![]()
Yossshhh…masa kuliah tinggal seminggu lagi. Dipotong libur panjang mulai Kamis sampai Minggu nanti, artinya kuliah sisa 3 hari lagi, sebelum masuk 2 minggu penuh cobaan. Hop, akhir minggu ini perlu dinikmati seindah mungkin. Jauh sebentar dari Smith Chart, jauh sebentar dari BPSK, QPSK, pokoknya sebisa mungkin jauh sebentar dari rumus-rumus dan angka.
Dan akhirnya semua itu membawa kita ke NUMB3RS. Ada yang pernah nonton? Diputar di stasiun TV CBS, serial kriminal ini udah masuk season 3. Kalau di sini sih cukup cari DVD (dengan sangat terpaksa, bajakan) nya aja, atau kopi dari komputer temen. Walaupun udah agak telat, coba nonton dari episode satunya dulu.
Putar, putar, dan ini yang saya dengar :
We all use math everyday…
…to forecast weather…
…to tell time…
…to handle money…
We also use math to analyze crime…
…reveal patterns…
…predict behaviour…
Using numbers, we can solve the biggest mysteries we know…
dahh??!!! Ya ampun, apa ini yang namanya kutukan? Kenapa sekarang matematika sudah merambat ke dunia hiburan?
Hoho, bukan bermaksud mengutuk matematika kok, lebih ke arah penasaran bagaimana bisa seseorang mengangkat matematika jadi sebuah tema serial TV, dipadu dengan kriminal. Agak ironis jadinya, saat gw pingin kabur sejenak dari rumus dan angka-angka malah akhirnya sampai kemari, sebuah acara yang penuh dengan aplikasi matematika. Yang lebih ironis, i like it!
Dan akhirnya acara ini tidak berakhir di tangan saya sampai episode satu saja…
Di setiap episode NUMB3RS, kita bakal dibuat kagum sama kemampuan Charles Eppes, seorang matematikawan yang membantu kakaknya, Don Eppes, seorang agen spesial FBI memecahkan kasus-kasus kriminal. Coba bayangkan ini : Menentukan tempat tinggal pelaku kejahatan berdasarkan titik-titik lokasi kejahatannya, memprediksi lokasi perampokan bank, mencari titik awal penyebaran virus mematikan. Semuanya dilakukan dengan bantuan pelajaran yang isinya angka-angka dan rumus-rumus mematikan ini. Teori probabilitas,vektor dan entah apalagi apalagi teori yang ga bisa otak saya cerna ditampilkan di tiap episodenya, semakin memberi gambaran baru akan arti matematika sebenarnya buat saya, karena selama ini saya selalu memandang matematika hanya sebagai suatu bentuk masochism, dimana kita menyiksa diri sendiri demi sebuah nilai di raport akhir semester. (hahaha…berlebihan…
)
Di salah satu episode serial ini diceritakan bagaimana sekelompok orang nekat menculik anak seorang matematikawan dengan tebusan solusi persamaan (lagi-lagi) matematika. Persamaan itu namanya Riemann Hypothesis, dan diceritakan solusi persamaan ini punya potensi jadi kunci global pemecah enkripsi semua informasi di internet (kira-kira begitu, kalau ga salah tangkap). Singkatnya, dengan menerapkan persamaan ini, kita bisa masuk ke rekening bank setiap orang dengan bebas, sistem keamanan dunia maya udah ga ada artinya. Itu juga yang diincar sama si pelaku penculikan. Hmmmm…bener ga ya? Setelah ditengok ke halaman Riemann Hypothesis ini di Wikipedia, kepala ini jadi berkunang-kunang. Jadi ya udahlah, sementara ini percaya saja dulu.
Yang pasti Riemann Hypothesis ini merupakan salah satu Millenium Prize Problems, kumpulan problem-problem matematika yang katanya paling susah sepanjang sejarah. Begitu luar biasanya problem-problem itu, sampai-sampai $ 1,000,000 bakal dihadiahkan buat orang-orang luar biasa yang mampu memberikan solusinya. Hoo…kelihatannya kayak 7 keajaiban dunia versi matematika…
Buat penggemar maupun pembenci matematika, serial ini bisa jadi alternatif tontonan yang menarik. Buat penggemar serial sejenis macam CSI, acara ini juga ga kalah serunya. Intinya, matematika ada di sekeliling kita, dia mengawasi kita, kita membutuhkannya, dan kita ga akan pernah bisa lari darinya, karena seperti tag line acara ini, “We all use math everyday…”. Waspadalah! Waspadalah! (berlebihan lagi…
)
Matematika, matematika, dan akhirnya sampai juga di paragraf penutup. Hufff, ayo berlari lagi, tetap semangat dan maju terus matematikawan Indonesia!
@q_p <damar!


Waaaaaa…baru tau nieh soal serial ini.. masalahnya i do like numbers n detektip2an gitu..
wiken ini mumpung ke bandung gw mo nyari ah dvd
memang disayangkanbajakannyathx for review nya ^ ^