<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DamaR Berlari &#187; Kuliner</title>
	<atom:link href="http://damarberlari.wordpress.com/category/kuliner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://damarberlari.wordpress.com</link>
	<description>berlari dan ambil hikmahnya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jul 2008 17:35:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='damarberlari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a6b9a9f46ec1a69371e4ed671828e59a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DamaR Berlari &#187; Kuliner</title>
		<link>http://damarberlari.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Nasi Goreng Solo : Battle of Quality vs Quantity (2)</title>
		<link>http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-2/</link>
		<comments>http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2007 14:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damarberlari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-2/</guid>
		<description><![CDATA[…sambungan
Langsung…Ambil Hikmahnya…
Oke, setelah membaca percakapan ga penting antara si DamaR dan si Mamang Penjual Nasi Goreng Yang Satu Lagi Di Depan Pasar Balubur, mungkin ditambah satu bagian yang lebih ga penting tentang curhat si DamaR, kita siap mengambil hikmah sekarang.
Ini adalah cerita pertempuran klasik, hitam lawan putih, kebaikan lawan kejahatan, kejujuran lawan kebohongan, Satria Baja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damarberlari.wordpress.com&blog=832549&post=36&subd=damarberlari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><a href="http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-1/" title="sambungan post sebelumya..."><em><span style="color:#548dd4;">…sambungan</span></em></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><strong><span style="color:#548dd4;">Langsung…Ambil Hikmahnya…</span></strong><br />
Oke, setelah membaca percakapan ga penting antara si DamaR dan si Mamang Penjual Nasi Goreng Yang Satu Lagi Di Depan Pasar Balubur, mungkin ditambah satu bagian yang lebih ga penting tentang curhat si DamaR, kita siap mengambil hikmah sekarang.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Ini adalah cerita pertempuran klasik, hitam lawan putih, kebaikan lawan kejahatan, kejujuran lawan kebohongan, Satria Baja Hitam lawan Gorgom, Power Rangers lawan Rita Repulsa. Ini adalah pertempuran antara <strong><span style="color:#548dd4;">Quantity versus Quality</span></strong>. Sepenting apa sih quantity dan quality ini?</p>
<p><span id="more-36"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Dari sejak pertama masuk kuliah juga gw udah dicekcokin ama istilah ini. “Kami tidak butuh kuantitas!!! Kami butuh kualitas!!! Kami lebih memilih sedikit anggota tapi siap banting tulang <span> </span>membangun himpunan, daripada menerima banyak anggota yang cuma mau santai di himpunan, cuma cari tempat buat tidur!!! ” (danlap ospek jurusan soal kebutuhan himpunan terhadap anggota himpunan, kira-kira begitu bunyinya). Dan buat beberapa kasus lainnya soal ini juga udah sering diangkat, salah satunya, yang simpel ya…soal milih makan memakan. Alasan awal gw milih Solo ya karena kuantitasnya itu. Kualitas? Ga jelek-jelek amat sih, tapi tetep, gw dateng ke sana karena kuantitas, bukan kualitas. Quantity. Not Quality. Tapi nyatanya setelah Nasi Goreng Yang Satu Lagi Di Depan Pasar Balubur juga udah sama banyaknya gw ga mau pindah, kenapa ya?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Ga tau kenapa. Ga bisa dipaksain. Itu jawabnya. Kalo saudara-saudari sekalian baca bagian ga penting sebelumnya, jawabannya ada di situ. Dari jawaban itu gw jd pingin nambahin satu kriteria lagi nih, gimana kalo Chemistry? Jadi <strong>Quality, Quantity, or Chemistry. </strong>Yang mana yang jadi pertimbangan lo memutuskan sesuatu, kualitas, kuantitas, atau…kemistras? kemisitas? Chemistry bahasa Indonesia apa sih? Kecocokan? Aura Kenyamanan? Kalo kayak gitu jadi ga berirama lagi dong. Ya sudahlah, quantity, quality, or chemistry.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Studi kasus deh, langsung aja kira-kira buat kasus-kasus di bawah ini mana yang bakal lo jadiin kriteria buat mutusinnya. Format pertanyaan dan jawabannya sengaja <span> </span>dibikin mengingatkan sama isi Bulletin Board Friendster yang makin lama juga makin ga penting. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><strong>Subject</strong> :Yang Mana Buat Elo? Quality, Quantity, Or Chemistry?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><strong>Message</strong> :<br />
&gt;&gt; Soal perut?<br />
quantity lah…kalo gw orang Perancis sih quality, tapi saya bukan, jadi quantity!!<br />
&gt;&gt; Kalo mau bikin band?<br />
Ini sih cukup chemistry lah…quality ga begitu penting sih, band yang isinya orang skill semua tapi berantem mulu pasti cepet bubar. Quantity apa lagi, emang mau bikin Marching Band?<br />
&gt;&gt;Temen di Friendster?<br />
Quantity saja, kenal ga kenal di approve aja, biar banyak……<br />
&gt;&gt;Isi testimonial kamu?<br />
Secara kuantitas, dikit…secara kualitas…sampah…secara chemistry…isinya dari temen-temen saya, jadi oke, chemistry!!<br />
&gt;&gt;HP?<br />
Daaah….kalo kaya sih quantity. <span> </span>Quality sama chemistry. Yang awet dan gampang makenya.<br />
&gt;&gt;Mobil?<br />
Angkoty, hehe…<br />
&gt;&gt;Disuruh bikin kelompok tugas?<br />
Quality dong…tinggal cari yang pinter terus santai……<br />
&gt;&gt;Absensi kuliah?<br />
Quantity, jelas. Mau belajar super serius tapi cuma masuk dua kali sih bisa ga lulus juga. Quality no.2. Chemistry? Ahaha&#8230;apa hubunganya??<br />
…<br />
…<br />
…terpaksa dipotong karena seperti pertanyaan Bulbo (bahasa gaul buat Bulletin Board Friendster nih…) pada umumnya mencapai kira-kira 30 pertanyaan yang rata-rata ga penting. Quantity, bukan quality.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"> Begitulah saudara-saudari sekalian, dalam memutuskan hal-hal duniawi ini, kadang-kadang kita memakai dasar kuantitas, atau kualitas, atau cuma dengan perasaan senang atau suka saja. Ga mesti hal-hal duniawi ga penting kayak di atas, coba pikir aja sekarang hal-hal yang jauh lebih penting kayak…milih partner kerja (kalo ada proyek atau sejenisnya). Milih orang yang banyak biar cepet selesai (quantity), atau milih orang yang lulusan terbaik MIT biar kerjanya rapi (quality), atau milih temen-temen masa kuliah dulu biar suasana kerjanya enak (chemistry)? Kalo gw sih buat kasus ini lebih condong ke quality dan chemistry. Kasus lain, nyari pasangan hidup? kuantitas ya&#8230;? hehehe&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">    Bagaimana dengan saudara-saudari sekalian? Quantity, Quality, or Chemistry? Atau ada kata-kata berakhiran &#8216;y&#8217; lagi yang lainnya? Terserah, karena ini cuma hasil dari sekedar pelarian DamaR saja, dan masih terlalu luas dunia yang belum DamaR lewati, jadi ayo kita sama-sama berbagi…</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Oke…DamaR sudah siap berlari lagi, jadi terus berlari bersama DamaR dan bersama-sama ambil hikmah dari setiap pelariannya….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Semangat dan maju terus kuliner Indonesia!!!</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">@q_p &lt; <strong>damar!</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/damarberlari.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/damarberlari.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damarberlari.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damarberlari.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damarberlari.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damarberlari.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damarberlari.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damarberlari.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damarberlari.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damarberlari.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damarberlari.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damarberlari.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damarberlari.wordpress.com&blog=832549&post=36&subd=damarberlari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c5bbf0125240b615c9d9d9d9cb2950?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">damarberlari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Goreng Solo : Battle of Quality vs Quantity (1)</title>
		<link>http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-1/</link>
		<comments>http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2007 02:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>damarberlari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-1/</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang apa?
-Nasi Goreng Solo-
Alamat :
Jalan TamanSari Bandung deket Pasar Balubur
Jam buka :
sekitar jam 5 sore sampe lewat tengah malam
Menu :
-Nasi Goreng 5000
-Nasi Goreng Mawut 5500
-Mie Goreng/Rebus 5000
-Kwetiau Goreng/Rebus 5000
-Cap Cay Goreng/Rebus 5000
*) Mau special (pake  ati) tinggal tambah aja 1500 perak….
Terus Kenapa?
Kalo situ emang mengaku mahasiswa ITB yang hidup di kosan Pelesiran TamanSari dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damarberlari.wordpress.com&blog=832549&post=35&subd=damarberlari&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;"><strong><span style="color:#548dd4;">Sekarang apa?</span></strong><br />
<strong>-Nasi Goreng Solo-</strong><br />
<strong>Alamat</strong> :<br />
Jalan TamanSari Bandung deket Pasar Balubur<br />
<strong>Jam buka</strong> :<br />
sekitar jam 5 sore sampe lewat tengah malam<br />
<strong>Menu</strong> :<br />
-Nasi Goreng 5000<br />
-Nasi Goreng Mawut 5500<br />
<span id="more-35"></span>-Mie Goreng/Rebus 5000<br />
-Kwetiau Goreng/Rebus 5000<br />
-Cap Cay Goreng/Rebus 5000<br />
*) Mau special (pake<span>  </span>ati) tinggal tambah aja 1500 perak….</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><strong><span style="color:#548dd4;">Terus Kenapa?</span></strong><br />
Kalo situ emang mengaku mahasiswa ITB yang hidup di kosan Pelesiran TamanSari dan sekitarnya, <span> </span>pasti situ tau yang namanya Nasi Goreng Solo. Apa? Ga pernah denger?! Siapa itu?! Sini lo! Gua&#8230;&#8230;kasih tau sekarang.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Nasi Goreng Solo adalah sebuah warung penjual nasi goreng legendaris (seenggaknya buat gw) yang beda dari yang lain. Bedanya di mana?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><strong><span style="color:#548dd4;">Si DamaR</span></strong> : pertama, masaknya pake arang…<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si M</span></strong> : Loh warung Nasi Goreng Yang Satu Lagi Di Depan Pasar Balubur juga pake arang…sama dong, bedanya?<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si DamaR</span></strong> : oh, betul juga…kalo begitu, kedua, porsinya super banyak!!! Hoho….penting ini….<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si M</span></strong> : Wah Nasi Goreng Yang Satu Lagi Di Depan Pasar Balubur<span>  </span>juga banyak kok, lagian kebanyakan juga bukannya malah enek ya….<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si DamaR</span></strong> : eh? Mulai ngeyel….oke, ini dia, harganya murah!!!<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si M</span></strong> : 5000-an sih udah ga bisa dibilang murah….dulu makan 2500 juga udah bisa kenyang….kalo cuma segitu sih ga bisa dibilang legendaris….<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si DamaR</span></strong> : Weh?! Lah kan gua bilang juga dalam kurung (DA-LAM-KU-RUNG-TUH!!!Baca!!) kan seenggaknya buat gw, orang lain mau bilang apa ya terserah!!! Lagian sapa juga lo??!! Komentar aja!!<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si M</span></strong> : inisial saya si M, pangilan saya si Mamang, nama panjang saya….<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si DamaR</span></strong> : SI Mamang!! Oke!!<span>  </span>Nama panjang <span> </span>lo??!!<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si Mamang</span></strong> : Nama panjang saya Si Mamang Penjual Nasi Goreng Yang Satu Lagi Di Depan Pasar Balubur.<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si DamaR</span></strong> : Loh? Pantes dari tadi ngeyel….yang punya ternyata. Si Mamang main internet juga ternyata…. Ya sudahlah Mamang, ini emang masalah selera, ga bisa dipaksain, sukses jugalah ya Mamang….<strong><span style="color:#548dd4;"><br />
Si Mamang Penjual Nasi Goreng Yang Satu Lagi Di Depan Pasar Balubur</span></strong> : Ya sudahlah……</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">-tamat-<br />
(cerita ini hanya fiksi belaka, segala kesamaan tempat, tokoh, dan kejadian hanyalah kebetulan semata dan bukan hal yang disengaja)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><strong><span style="color:#548dd4;">Bagian yang Ga Penting : Sedikit Curhat Soal Nasi Goreng Solo</span></strong><br />
<strong> Peringatan : Bagian ini bener-bener ga penting</strong>, kalo yang kebetulan buka blog ini cuma buat <strong>mencari pesan moral</strong>nya mendingan<strong> lewatin aja</strong> <strong>bagian ini</strong>. Bagian ini cuma mau cerita soal kebiasaan gw kalo ke Solo (sebut saja begitu, bukan nama sebenarnya, lo?). Jadi begini, menurut gw, kalo mau ke Solo enaknya sebelum jam setengah 6 sore atau sesudah setengah 11 malem. Kenapa? Sebelum/sesudah <span> </span>jam segitu kesabaran lo bakal bener2 diuji abis, karena panjang antriannya udah lebih panjang dari antrian mahasiswa ITB yang mau ngambil KSM hari pertama. Makanya gw kalo dateng ke sana paling cepet jam setengah sebelas malem. Gua udah lumayan sering ke sana, dan selalu ngelakuin hal yang sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Datang, bilang, “Mang kwetiau goreng satu. [Abis? Mie Goreng deh]. <span> </span>Atinya masih ada? [Spesial/Biasa deh]. Bungkus ya.”. Kata-kata [dalam kurung] sifatnya optional, tergantung jawaban pertanyaan sebelumnya. <span> </span>Abis itu, ini yang paling enak, ambil posisi tempat duduk yang deket kompor,dan <span> </span>duduk dalam posisi seolah-olah di depan api unggun (agak menggulung, tangan taro menghadap kompor). Buh….ini enak abis, ditemani udara malam yang dingin menggigit, ritual kayak gini bener-bener bikin lo ketagihan, dan lo…mesti coba ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Entah cuma perasaan gw atau emang betul, rasanya si Mamang-Mamang Solo udah apal muka gw. Jadi kadang-kadang gua baru dateng aja salah satu Mamang Solo udah ngeliatin sambil bilang, “Kwetiaunya abis Mas”, atau “spesial mas?”, atau “mas mirip Christian Sugiono deh, iya bukan mas?”. Yang pertanyaan terakhir itu jelas boonglah, soalnya kalau atau-nya cuma satu kayaknya berasa tanggung. Apa? Kenapa Christian Sugiono? Itu hasil dari ngobrol-ngobrol bareng temen kampus tadi siang, katanya kalo cewe2 ngomongin cowo kayaknya nama orang itu keluar terus…apa? Iri? Ngga lah? Semua orang kan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, itu kan…eh? Apa? NGGA!! Gw ga IRI!!!&#8230;&#8230;<br />
……<br />
Oke, stop. Topik ini bukan tentang Christian Sugiono, ini tentang Nasi-Goreng-Solo.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">Jadi begitu, berhubung bagian ga penting ini udah makin panjang, dan berarti makin ga penting, langsung disudahi. Ga tau kenapa, gw emang lebih suka ke Solo. Awal-awal, emang ke Solo karena banyaknya. Tapi lambat laun, setelah Nasi Goreng Yang Satu Lagi Di Depan Pasar Balubur juga sama banyaknya, gw tetep lebih milih Solo. Ga tau kenapa.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;"><a href="http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-2/" title="lanjut..."><em><span style="color:#548dd4;">bersambung…</span></em></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/damarberlari.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/damarberlari.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/damarberlari.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/damarberlari.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/damarberlari.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/damarberlari.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/damarberlari.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/damarberlari.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/damarberlari.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/damarberlari.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/damarberlari.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/damarberlari.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=damarberlari.wordpress.com&blog=832549&post=35&subd=damarberlari&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://damarberlari.wordpress.com/2007/03/04/nasi-goreng-solo-battle-of-quality-vs-quantity-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66c5bbf0125240b615c9d9d9d9cb2950?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">damarberlari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>